Di Bawah Langit Sangiang: Awal Sebuah Pengabdian



Di sebuah desa di sudut kabupaten Tangerang, tepat pada Kamis, 21 November 2024, langkah awal kami sebagai mahasiswa KKN Kelompok 1 IDAQU dimulai. Hari itu, Desa Sangiang menyambut kami dengan hangat, seolah memahami bahwa kehadiran ini bukan sekadar rutinitas program, tetapi sebuah perjalanan berbagi, belajar, dan menanam harapan. Tasyakuran sebagai momentum pembukaan KKN diselenggarakan. 

Acara pembukaan yang sederhana namun penuh makna itu mengundang banyak hati untuk bertemu. Bang Syahrul, mentor yang sabar mendampingi kami selama berkegiatan disana, hadir dengan senyumnya yang selalu menguatkan. Ketua Karang Taruna datang bersama semangat mudanya, diikuti para ibu PKK yang sigap menebar keramahan. Para asatidz, Ketua RW, RT, hingga beberapa warga sekitar posko, semua berkumpul, menghadirkan kebersamaan yang tulus.



Kami, mahasiswa, menyiapkan jamuan terbaik yang bisa diberikan. Meja dan karpet kami tata dengan rapi, mengundang kesan hangat. Kudapan bolu manis hadir, disusul hidangan ayam goreng lengkap dengan sambal, lalapan segar, dan minuman dingin yang menyegarkan dahaga. semua menikmati dengan lahap. Sesederhana itu, tapi kami yakin, keikhlasan yang kami sisipkan dalam setiap persiapan, akan terasa.

Pak Herman,selaku Kepala Desa, berdiri memberikan sambutan. beliau sampaikan harapan-harapan, tak hanya untuk kami, melainkan juga kepada warganya. bahwa keduanya harus saling bersinergi dan mendukung satu sama lain. 

Acara itu selesai dengan hati yang hangat. Warga pulang dengan senyuman, dan kami, mahasiswa, menyimpan harapan di dalam dada. Pembukaan ini adalah awal dari kisah yang ingin kami tulis bersama Desa Sangiang, kisah tentang pengabdian, tentang belajar mencintai apa yang sederhana, dan tentang jejak-jejak kecil yang ingin kami tinggalkan.


Komentar